Belajar dua bahasa sekaligus — apakah berhasil?
Saran yang biasa adalah "satu per satu". Penelitiannya lebih menarik, dan jawabannya bergantung pada dua bahasa yang mana, caranya, dan apa yang Anda lakukan saat keduanya bertabrakan.
Tanya orang sekitar dan Anda akan mendengar peringatan yang sama: pilih satu bahasa, tuntaskan, lalu mulai yang berikutnya. Itu saran masuk akal untuk jenis pembelajar tertentu dan pasangan bahasa tertentu — dan cukup sering keliru sehingga layak dilihat lebih dekat.
Dari mana peringatan itu berasal
Dua bahasa yang dipelajari bersama memang saling menghalangi. Efeknya punya nama — interferensi antarbahasa — dan setiap dwibahasawan mengenalnya dari dalam: Anda meraih kata Spanyol dan yang keluar kata Italia. Semakin dekat bahasanya, semakin sering itu terjadi — Spanyol dan Portugis, Ceko dan Slowakia, Norwegia dan Swedia.
Interferensi itu nyata. Tetapi ia biaya, bukan tembok, dan lebih kecil daripada yang disiratkan peringatan awam. Penelitian pada siswa yang mempelajari dua bahasa asing secara paralel — di Eropa itu lumrah — umumnya menunjukkan bahwa dengan total jam yang sama, mereka mencapai tingkat yang mirip dengan yang belajar satu bahasa. Yang hilang karena tercampur, diperoleh kembali lewat transfer: konsep tata bahasa, kebiasaan belajar, dan ribuan kata bersama.
Yang benar-benar menentukan
Jarak. Dua bahasa yang tak berkerabat hampir tidak saling mengganggu. Bahasa Georgia dan Jerman nyaris tidak punya kesamaan, jadi tidak ada yang bisa tercampur. Dua bahasa yang dekat butuh kehati-hatian; dua yang sangat dekat — Spanyol dan Portugis di bulan pertama — adalah kasus yang untuknya peringatan itu ditulis.
Geser waktunya jika bisa. Temuan paling jelas: interferensi paling buruk saat kedua bahasa berada di tahap awal yang sama. Beri salah satunya beberapa bulan lebih dulu. Begitu kosakata dasarnya stabil, menambah yang kedua jauh lebih murah.
Pisahkan sesi, bukan hari. Bergantian bahasa dalam satu hari tidak masalah. Yang membingungkan ingatan adalah berpindah di tengah sesi — sepuluh kartu Spanyol, lalu sepuluh Italia, lalu kembali. Selesaikan satu, lalu yang lain.
Pegang satu jangkar. Pelajari keduanya dari bahasa yang Anda kuasai dengan baik, bukan satu melalui yang lain. Kata yang ada di kepala Anda hanya sebagai "bahasa Prancis untuk pan Spanyol" tinggal satu sandungan dari hilang.
Di mana ini membantu
Bahasa yang berkerabat saling menghadiahkan kata. Mungkin 40 persen kosakata Spanyol dan Italia sama dan dapat dikenali; Belanda dan Jerman berbagi porsi serupa; bahasa-bahasa Turkik — Turki, Azerbaijan, Kazakh, Uzbek — sangat tumpang tindih. Mempelajarinya bersama mengubah tumpang tindih menjadi diskon, bukan sumber kebingungan — setelah bahasa pertama cukup stabil untuk menjadi acuan.
Ada juga manfaat yang lebih tenang: bahasa kedua mengingatkan bagaimana rasanya belajar di awal, ketika yang pertama sudah nyaman. Motivasi adalah sumber daya, dan dua bahasa membelanjakannya dengan cara berbeda.
Bagaimana Mullawo dibangun untuk ini
Mullawo menampilkan satu kartu dengan kata dalam setiap bahasa yang Anda pelajari — hingga empat — dengan bahasa yang Anda kuasai di depan sebagai petunjuk. Air, balik, dan Wasser, agua, eau datang bersama.
Rancangan ini memihak dalam perdebatan. Ia bekerja paling baik ketika:
- bahasa-bahasa yang Anda pelajari bukan kembar nyaris identik di tahap yang sama, atau
- salah satunya sudah lebih maju, sehingga kartunya adalah "kata yang saya tahu plus kata baru", bukan "dua hal tak dikenal".
Orang Indonesia yang menambahkan bahasa Georgia di atas bahasa Jerman adalah kasus ideal: dua bahasa tak berkerabat, tak ada yang tercampur, dan kartu mengulang yang pertama sambil mengajarkan yang kedua. Orang yang memulai Spanyol dan Portugis pada hari yang sama lebih baik menjalankan Spanyol saja selama sebulan — lalu menambahkan Portugis dan menikmati diskonnya.
Setiap kata menyimpan jadwalnya sendiri untuk tiap bahasa, jadi kata yang sudah Anda kuasai dalam bahasa Jerman tetapi masih terlepas dalam bahasa Spanyol diulang di tempat yang perlu dan tidak di tempat yang tidak perlu.
Ringkasan jujur
Dua sekaligus tidak lebih lambat per jam belajar. Ia lebih lambat per bahasa, karena jamnya terbagi — dan itu hanya masalah bila keduanya dekat dan keduanya baru. Pilih bahasa yang berjauhan atau geser waktu yang berdekatan, pegang bahasa yang Anda kuasai sebagai jangkar, dan serahkan sisanya pada jadwal.